Secuil Kisah: Semua Punya Kemampuan, termasuk si SoftSkills yang Tak Kasat Mata
Ada satu orang dengan kemampuan teknis yang sangat menonjol. Kita sebut saja dia sebagai orang pertama. Kemampuannya sering menjadi pusat perhatian, sehingga dia dianggap multitalenta dan sangat diagungkan. Namun di sisi lain, ada seseorang yang lebih condong pada soft skills. Mari kita sebut dia sebagai orang kedua. Dia sempat merasa tidak berguna, bahkan muncul sifat inferior dalam dirinya di beberapa momen tertentu.
Memang, kemampuan teknis lebih mudah terlihat dan diakui selama KKN. Padahal, tidak semua orang menyadari bahwa setiap individu memiliki peran dan keunggulan masing-masing. Soft skills, meskipun hasilnya tidak kasat mata, membawa dampak besar yang sering luput dari perhatian.
Orang kedua, misalnya, memiliki kemampuan kepemimpinan yang membuat kelompok kami menjadi salah satu yang paling solid dengan kerja sama tim yang baik. Dengan kemampuan pemecahan masalahnya, konflik dalam kelompok kami bisa ditekan seminim mungkin. Bahkan, dengan kemampuan advokasinya, kelompok kami berhasil menjadi yang paling dekat dengan warga desa. Namun sayangnya, orang kedua tidak menyadari betapa berharganya kontribusinya ini.
Intinya, kita semua adalah orang-orang hebat dengan keunikan masing-masing. Tidak peduli apakah kemampuan kita terlihat atau tidak oleh orang lain, teruslah melakukan yang terbaik. Mungkin dampaknya belum terasa sekarang, tapi aku yakin, di masa depan, apa yang kita lakukan hari ini akan meninggalkan jejak yang berarti.
Komentar
Posting Komentar